Sabtu, 31 Oktober 2015

puisi puisi


Pantai
Adakah yang mampu membuatku nyaman
Adakah yang mampu membuat ku terdiam
Bentangan air yang begitu luas..
Tiupan angin yang berhembus keras
                   Pepohonan kelapa menghiasi mu
                   Pasir putih yang mengkristal
                   Memancarkan cahaya nya..
                   Air yang biru mewarnai keindahan mu ..
Engkau begitu beruntung
Kau tak pernah sendiri dalam kesunyian
Suara desir ombak selalu menemani mu
Kicauan burung mengiringi tiap hempasan mu
          Ingin ku miliki mu sepenuhnya
          Ingin ku selalu kau bersamaku
          Namun itu adalah hal keegosian
          Karena kau milik oleh setiap orang...
 
IBU

Kasih sayang yang dari pada mu
Begitu lembut seperti sutra
Senyum yang indah
Memberi warna di hidupku
          Cinta mu yang tulus
          Membuat butiran kristal yang di mata ini ingin menetes
          Suara-suara yang kau lanturkan
          Ketika kau marah ketika kau bernyanyi ketika kau bercerita
          Memberi hidupku lebih hidup
Ibu tetaplah seperti dirimu
Sekarang, esok dan sampai kapanpun   

                     Dunia
Aku hidup di dunia
Aku bahagia di dunia
Aku merasakan suka duka di dunia
Aku sakit di dunia
Aku mengenal cinta dan kasih di dunia
dan berakhir di dunia

                         Musik
Penuhi suara di hidup ku
dengan shimpony yang indah
menyatukan perbedaan
dengan hasil nada yang indah
            membuat diri tak kuasa
            hanyut ke dalam merdu nya alunan nada
            menarik diri dari indahnya nada mu
            sesuatu kebodohan bagiku
musik tempat ku mengekspresikan diriku..

Ilmu Alamiah Dasar Litosfer & Pedosfer



Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyusun makalah ini yang membahas “Litosfer dan Pedosfer”.
Materi yang disajikan dalam makalah ini mengenai seperangkat pengetahuan Litosfer dan Pedosfer. Baik itu mengenai arti dari Litosfer dan Pedosfer tersebut sampai pada bagian tiap Litosfer dan Pedosfer tersebut.
Kami mengucapkan terimakasih kepada jejaring sosial yang telah membantu kami untuk memberikan referensi dalam penulisan makalah ini.
Semoga makalah ini bermanfaat dan dapat memenuhi kebutuhan setiap mahasiswa/mahasiswi. Kami mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak demi kesempatan makalah ini di masa yang akan datang.


                                                                                                Medan,Oktober 2015

                                                                                                            Penulis
BAB I
Pendahuluan
I.                   Latar belakang masalah
Planet kita, Bumi, terdiri dari berbagai macam lapisan, salah satu diantaranya adalah litosfer atau bisa disebut dengan lapisan kerak/ kulit bumi. Ketebalan lapisan kerak Bumi sangat tipis bila dibandingkan dengan ukuran Bumi sebenarnya. Ketebalan lapisan ini 5–7 km di dasar samudra dan 30–80 km di bawah daratan benua.
Selain litosfer, pedosfer atau tanah merupakan lapisan dari kulit bumi yang berada pada permukaan paling atas dari bumi.Dalam kehidupan sehari-hari tanah merupakan bagian terpenting yang dapat menunjang kelangsungan hidup manusia.
Dalam upaya menunjang pembangunan yang berwawasan lingkungan pengetahuan tentang tanah dan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas tanah mutlak diketahui. Untuk makalah tentang litosfer dan pedosfer ini kami perbuat untuk membantu menambah wawasan mengenai litosfer dan pedosfer bagi para pembaca.
II.                Rumusan masalah
1.      Apa pengertian dari litosfer dan pedosfer?
2.      Apa saja bagian dari litosfer tersebut?
3.      Apa yang menjadi penyusun batuan litosfer?
4.      Apa-apa saja faktor pembentuk tanah ?
5.      Seperti apa jenis tanah di indonesia ?
III.             Tujuan makalah
v  Memahami pengertian dari litosfer dan pedosfer
v  Memahami bagian dari litosfer
v  Mengetahui yang menjadi penyusun batuan litosfer
v  Mengetahui yang menjadi faktor pembentuk tanah
v  Mengenal jenis-jenis tanh di indonesia
 
BAB II
Pembahasan
I.                   Pengertian Litosfer
Lapisan kulit bumi disebut dengan litosfer. Litosfer berasal dari kata lithos berarti batu dan sphere (sphaira) berarti bulatan. Dengan demikian Litosfer dapat diartikan lapisan batuan pembentuk kulit bumi. Dalam pengertian lain litosfer adalah lapisan bumi yang paling atas dengan ketebalan lebih kurang 66 km tersusun atas batuan. Batuan adalah massa yang terdiri atas satu atau lebih macam mineral dengan komposisi kimia yang tetap sehingga dengan jelas dapat dipisahkan antara satu dan yang lainnya
II.                Bagian lapisan litosfer yaitu :
1.      Lapisan sial
Lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan AL2O3.Pada lapisan sial (silisium dan alumunium) ini antara lain terdapat batuan sedimen, granit andesit jenis-jenis batuan metamor, dan batuan lain yang terdapat di daratan benua. Lapisan sial dinamakan juga lapisan kerak bersifat padat dan batu bertebaran rata-rata 35km.
Kerak bumi tersebut di bagi menjadi dua bagian yaitu:
  • Kerak benua : merupakan benda padat yang terdiri dari batuan granit di bagian atasnya dan batuan beku basalt di bagian bawahnya. Kerak ini yang merupakan benua.
  • Kerak samudra : merupakan benda padat yang terdiri dari endapan dilaut pada bagian atas, kemudian di bawahnya batuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun dari batuan beku gabro dan peridolit. Kerak ini menempati dasar samudra
2.      Lapisan sima (silisium magnesium)
 Lapisan kulit bumi yang tersusun oleh logam logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa Si O2 dan Mg O lapisan ini mempunyai berat jenis yang lebih besar dari pada lapisan sial karena mengandung besi dan magnesium yaitu mineral ferro magnesium dan batuan basalt dan mepunyai ketebalan rata rata 65 km .
 
I.                   Macam-macam Batuan dalam Litosfer
Batuan merupakan benda alam yang menjadi penyusun utama di muka bumi. Pada umumnya batuan merupakan campuran mineral yang bergabung secara fisik antara satu mineral dengan mineral lainnya. Beberapa batuan hanya tersusun atas beberapa mineral saja dan mineral lainnya dibentuk oleh gabungan mineral yang berasal dari bahan organik dan bahan-bahan vulkanik. Berdasarkan proses terjadinya, batuan dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut.
a.      Batuan Beku
Batuan beku merupakan batuan yang terbentuk dari magma pijar yang membeku dan menjadi padat karena proses pendinginan. Berdasarkan tempat terjadinya pendinginan, batuan beku dapat dikelompokkan menjadi tiga, sebagai berikut.
v  Batuan tubir/batu beku dalam
Batuan tubir hanya terdiri dari kristal, terbentuk jauh di dalam kulit bumi. Bongkahan kristal yang besar besar terjadi karena proses pendinginan yang berjalan lambat. Contoh batuan ini adalah granit.
v  Batuan leleran/batu beku luar
Pembekuan batuan ini terjadi di luar kulit bumi sehingga penurunan temperatur terjadi sangat cepat. Pada pembentukannya kadang-kadang magma sama sekali tidak menghasilkan kristal, tetapi ada juga yang membentuk kristal-kristal kecil, sehingga batuan leleran dapat berupa kristal kecil, kristal besar, dan bahan amorf seperti liparit. Namun, ada juga yang berupa bahan amorf saja seperti batu apung.
v  Batuan korok/batu beku gang
Batuan korok merupakan batuan yang terbentuk di dalam korok-korok atau gang-gang. Proses pendinginan berlangsung lebih cepat karena berada di dekat permukaan, sehingga batuan ini dapat berupa kristal kecil dan kristal besar, tetapi juga ada yang tidak mengkristal, seperti bahan amorf. Contohnya: granit fosfir.
b.      Batuan Sedimen
Pelapukan yang dialami oleh batuan beku menyebabkan struktur batuan yang mudah lepas. Bagian yang lepas akan mudah terbawa air, angin, atau es. Bagian yang terangkut ini akan terendap di suatu tempat. Bagian batuan yang mengendap ini lama-kelamaan akan menumpuk dan mengeras membentuk batuan sedimen. Pengerasan batuan ini disebut dengan 
 
pembaruan.Jika ditinjau dari tempat terjadinya pengendapan, batuan sedimen dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, sebagai berikut.
Jika ditinjau dari tempat terjadinya pengendapan, batuan sedimen dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, sebagai berikut.
  • Batuan Sedimen Kontinental, merupakan batuan sedimen yang pengendapannya terjadi di laut. Misalnya: tanah los dan tanah gurun pasir. 
  • Batuan Sedimen Marine, merupakan batuan sedimen yang pengendapannya terjadi di laut. Misalnya: endapan radiolaria di laut dalam, lumpur biru di pantai, dan lumpur merah. 
  • Batuan Sedimen Lakustre, merupakan batuan sedimen yang pengendapannya terjadi di danau. Misalnya: Tuf danau dan tanah liat danau.
Berdasarkan proses pembentukannya batuan sedimen dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut:
  • Batuan Sedimen Klastik yaitu batuan asal yang mengalami penghancuran secara mekanis dari ukuran besar menjadi kecil, kemudian mengendap membentuk batuan endapan klastik. Contoh: umum batuan endapan klastik adalah batuan pasir dan batu lempung (Shale). 
  • Batuan Sedimen Kimiawi yaitu batuan yang terjadi karena proses kimiawi, seperti penguapan, pelarutan, dehidrasi, dan sebagainya. Contoh: batuan sedimen kimiawi yang terjadi secara langsung adalah batuan sedimen kapur yang dinamakan stalaktit dan stalagmit yang terdapat di gua-gua kapur. 
  • Batuan sedimen organik yaitu batuan yang terjadi karena selama proses pengendapannya mendapat bantuan dari organisme, yaitu sisa-sisa rumah atau bangkai binatang yang tertimbun di dasar laut seperti kerang, dan terumbu karang.
Sedangkan berdasarkan Perantara atau Mediumnya, batuan sedimen di bagi menjadi:
  • Batuan Sedimen Aeris (aeolis). Pengangkutan batuan ini adalah oleh angin. Misalnya: tanah los, tuff, dan pasir di gurun. 
  • Batuan Sedimen Glasial. Pengangkutan batuan ini adalah dilakukan melalui madia perantara es. Contohnya moraine. 
  • Batuan Sedimen Aquatis. Batuan sedimen yang terdiri atas batu-batu yang sudah direkat antara satu sama lain.
a.     Batuan Metamorf
Batuan malihan adalah batuan hasil ubahan dari batuan asal (batuan beku dan batuan endapan) akibat proses metamorfosis. Metamorfosis adalah suatu proses yang dialami batuan asal akibat dari adanya tekanan atau temperatur yang meningkat atau tekanan dan temperatur yang samasama meningkat.
Perubahan batuan dapat terjadi karena bermacam-macam hal, antara lain sebagai berikut.
 
  • Suhu tinggi, berasal dari magma karena berdekatan dengan dapur magma sehingga metamorfosis ini disebut Metamorfosis kontak. Misalnya: marmer dari batu kapur dan antrasit dari batu bara. 
  • Tekanan tinggi, berasal dari adanya endapan-endapan yang sangat tebal di atasnya. Contohnya: batu pasir dari pasir. 
  • Tekanan dan suhu tinggi, terjadi jika ada pelipatan dan geseran pada waktu terjadi pembentukan pegunungan. Metamorfosis ini disebut metamorfosis dinamo. Misalnya: batu asbak dan batu tulis. 
  • Penambahan bahan lain, pada saat terjadi perubahan bentuk terkadang terdapat penambahan bahan lain. Jenis batuan metamorf tersebut dinamakan batuan metamorf pneumatalitis.
I.                   Pengertian pedosfer
Pedosfer atau tanah merupakan ilmu yang mempelajari tentang tanah. pedosfer atau tanah merupakan lapisan dari kulit bumi yang berada pada permukaan paling atas dari bumi.
II.                Faktor-faktor pembentuk tanah
1)      Iklim
Iklim menjadi faktor penting proses pembentukan tanah iklim dalam proses pembentukan tanah berkaitan dengan tingkat kecepatan pelapukan batuan induk. Suhu udara dan curah hujan merupakan bagian dari unsur iklim yang sangat berperan dalam proses pembentukan tanah. Perbedaan suhu yang sangat mencolok antara siang dan malam akan mempercepat proses pengembangan dan pengerutan batuan sehingga mempermudah proses terpecahnya batuan.
2)      Organisme
Organisme berpengaruh terhadap proses pembentukan tanah dalam hal-hal berikut.
v  Membuat proses pelapukan, berupa pelapukan organik. Pelapukan organik adalah pelapukan yang di lakukan oleh makhluk hidup.
v  Membantu proses pembetukan humus. Tumbuhan akan menghasilkan dan menyisakan daun-daunan dan ranting-ranting yang menumpuk di permukaan tanah. Daun atau ranting itu akan membusuk dengan bantuan jasad renik atau mikroorganisme yang ada di dalam tanah.
3)      Bahan Induk
Bahan induk terdiri dari batuan vulkanik, batuan baku, batuan sedimen (endapan), dan batu metamorf. Batuan induk itu akan hancur menjadi bahan induk, kemudian akan mengalami pelapukan dan menjadi tanah. Tanah yang terdapat di permukaan bumi sebagian mempelihara sifat (terutama sifat kimia) yang sama dengan bahan induknya. Bahan induknya masih terlihat misalnya tanah berstruktur pasir berasal dari bahan induk yang kandungan pasirnya tinggi. Susunan kimia dan mineral bahan induk akan memengaruhi intensitas tingkat pelapukan dan vegetasi di atasnya. Bahan induk yang banyak mengandung unsure Ca akan membentuk tanah dengan kadar ion Ca yang banyak pula, sehingga dapat menghindari pencucian asam silikat dan sebagian lagi dapat membentuk tanah yang berwarna kelabu. Sebaliknya bahan induk yang kurang kandungan kapurnya membentuk tanah yang berwarna lebih merah.
4)      Tofografi
Relief yang merupakan bentuk tofografi suatu wilayah dalam proses pembentukan tanah berkaitan dengan arah aliran air. Arah aliran air mengikuti bentuk relief yaitu dari daerah tinggi menuju daerah yang lebih rendah. Air terutama air hujan yang jatuh di permukaan bumi adalah yang membantu pelapukan batuan. Pelapukan batuan ini dapat mempercepat proses pembentukan tanah.
5)      Waktu
Semakin lama waktu pembentukan tanah, maka akan semakin tebal pula tanah yang terbentuk. Waktu pembentukan tanah berbeda-beda. Misalnya tanah yang berasal dari batuan yang keras memerlukan waktu yang lama untuk pembentukan tanah dibanding dengan tanah yang terbentuk dari batuan lunak. Lamanya waktu yang di perlukan untuk pembentukan tanah berbeda-beda. Bahan induk vulkanik yang lepas-lepas seperti abu vulkanik memerlukan waktu 100 tahun untuk membentuk tanah muda, dan 1.000-10.000 tahun untuk membentuk tanah dewasa.
. Jenis-jenis tanah di indonesia
1. Tanah Vulkanis
a. Tanah Andosol
  • Proses terbentuknya : dari abu vulkanis yang telah mengalami proses pelapukan
  • Ciri-ciri : warna kelabu hingga kuning, peka terhadap erosi, dan sangat subur
  • Pemanfaatannya : sebagai lahan pertanian, perkebunan, hutan pinus atau cemara
  • Persebaran : Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Halmahera, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi
b. Tanah Regosol
  • Proses terbentuknya : dari endapan abu vulkanis baru yang memiliki butir kasar
  • Ciri-ciri : berbutir kasar, berwarna kelabu hingga kuning dan kadar bahan organik rendah
  • Pemanfaatannya : untuk pertanian padi, palawija, tebu dan kelapa
  • Persebaran : di lereng gunung berapi, pantai dan bukit pasir pantai yang meliputi pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara
c. Tanah Aluvial (Tanah Endapan)
  • Proses terbentuknya : tanah hasil erosi (lumpur dan pasir halus) di daerah-daerah dataran rendah
  • Ciri-ciri : warna kelabu dan peka terhadap erosi
  • Pemanfaatannya : sebagai lahan pertanian sawah dan palawija
  • Persebaran : Sumatera, Jawa bagian utara, Halmahera, Kalimatan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi dan Papua bagian selatan
2. Tanah Organosol
a. Tanah Humus
  • Proses terbentuknya : dari hasil pembusukan bahan-bahan organik
  • Ciri-ciri : warna kehitaman, mudah basah, mengandung bahan organik, sangat subur
  • Pemanfaatannya : sebagai lahan pertanian
  • Persebaran : Lampung, Jawa Tengah bagian selatan, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tenggara
b. Tanah Gambut
  • Proses terbentuknya : dari hasil pembusukan tumbuhan / bahan organik di daerah yang selalu tergenang air (rawa-rawa)
  • Ciri-ciri : bersifat sangat asam, unsur hara rendah sehingga tidak subur
  • Pemanfaatannya : untuk pertanian pasang surut
  • Persebaran : Pantai timur Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, Seram, Papua, Pantai Selatan
3. Tanah Litosol (tanah berbatu-batu)
  • Proses terbentuknya : dari pelapukan batuan beku dan sedimen yang masih baru (belum sempurna) sehingga butirannya besar / kasar
  • Ciri-ciri : tekstur tanahnya beranekaragam dan pada umumnya berpasir, tak bertekstur, warna kandungan batu, kerikil dan kesuburan bervariasi
  • Pemanfaatannya : masih alang-alang, bisa untuk hutan
  • Persebaran : Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi dan Sumatera
4. Tanah Podzol
  • Proses terbentuknya : di daerah yang memiliki suhu rendah dan curah hujan tinggi
  • Ciri-ciri : warna pucat, kandungan pasir kuarsa tinggi, sangat masam, peka terhadap erosi, kurang subur
  • Pemanfaatannya : untuk pertanian palawija
  • Persebaran : Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Papua
5. Tanah Laterit
  • Proses terbentuknya : Tanah yang tercuci air hujan, sehingga unsur hara telah hilang meresap dan mengalir ke dalam tanah
  • Ciri-ciri : warna cokelat kemerah-merahan, tidak subur
  • Pemanfaatannya : untuk lahan pertanian
 
  • Persebaran : Kalimantan Barat, Lampung, Banten, Sulawesi Tenggara
6. Tanah Mergel
  • Proses terbentuknya : dari hasil campuran pelarutan kapur, pasir dan tanah liat karena peristiwa air hujan
  • Ciri-ciri : tidak subur
  • Pemanfaatannya : untuk hujan jati
  • Persebaran : Yogyakarta, Priangan Selatan di Jawa Barat, pegunungan Kendeng di Jawa Tengah, Kediri, Madiun, Nusa Tenggara
7. Tanah Terarosa (Kapur)
a. Tanah Renzina
  • Proses terbentuknya : dari pelapukan batuan kapur di daerah yang memiliki curah hujan tinggi
  • Ciri-ciri : warna putih sampai hitam, miskin unsur hara
  • Pemanfaatannya : untuk palawija, hutan jati
  • Persebaran : Gunung kidul , Yogyakarta
b. Tanah Mediteran
  • Proses terbentuknya : hasil pelapukan batuan kapur keras dan sedimen
  • Ciri-ciri : Warna putih kecoklatan, keras, tidak subur
  • Pemanfaatannya : untuk pertanian tegalan, hutan jati
  • Persebaran : Pegunungan Jawa Timur, Nusa Tenggara, Jawa Tengah, Sulawesi, Maluku, Sumatera


 
BAB III
Penutup
I.                   Kesimpulan
Litosfer merupakan batuan pembentuk kulit bumi ada pun lapisan dari litosfer tersebut ialah lapisan sial dan siam.litosfer sebagai ilmu yang mempelajari mengenai bebatuan, litosfer memiliki beberapa macam batuan yaitu batuan beku,batuan sedimen dan batuan metamorf. Adapun pedosfer merupakan lapisan dari kulit bumi yang berada pada permukaan paling atas dari bumi.pedosfer merupakan ilmu yang mempelajari tentang tanah. Adapun faktor-faktor untuk pembentukan tanah yaitu iklim,organisme,bahan induk,tofografi,waktu. Tanah tentu mempunyai jenis yang berbeda-beda tiap daerah, ada pun jenis-jenis tanah di indonesia yaitu tanah vulkanis,tanah vulkani ini di bagai menjadi beberapa bagian yaitu andosol,regosol dan aluvial. Tanah organosol, memiliki beberapa bagian yaitu tanah humus tanah gambut.Kemudian tanah litosol,tanah podzol,tanah laterit,tanah mergel dan terakhir tanah terarosa yang memiliki beberapa bagian yaitu rezina dan menditiran
II.                Saran
v  Sebaiknya kita harus lebih memahami hal-hal yang di sekitar kita seperti batu maupun tanah agar kita perbedaan-perbedaan anatara batu satu dengan yang lain dan tanah satu dengan yang lain
v  Jika ingin membuka lahan kita haru mendalami pembelajaran mengenai ilmu tanah yaitu pedosfer agar kita emilih tempat yang sesuai di jadikan lahan.
v  Bebatuan(litosfer) di sekitar kita mungkin memang banyak, namun kita harus lebih memahami jenis bebatuan agar kita tidak sulit membedakan dan melihat jenis-jenis tiap batu tersebut.